Tim Djoko Susanto Bantah Undangan Alihkan Dukungan

JEMBER - Lini masa media sosial diramaikan dengan undangan salah satu anggota dewan kepada masyarakat. Yakni undangan yang diberikan kepada atas nama Koordapil dan Koorcam  DJOS (sebutan H. DJOKO SUSANTO, SH., MH) pada acara deklarasi terbuka dukungan terhadap salah satu pasangan bakal calon bupati Jember pada rabu depan (09/09/2020). 

Fatkhul Muzaki, Juru bicara tim pemenangan Djoko Susanto membantah undangan tersebut dari pihaknya. Bahkan, Fatkhul menyampaikan sejumlah fakta jika itu dari pihaknya. "Pertama, secara resmi kami belum pernah membentuk Koordapil dan Koorcam DJOS sebagaimana yang disebutkan dalam undangan tersebut," tegas Fatkhul. 

Selain itu, pihaknya sejauh ini belum mengeluarkan keputusan resmi arah dukungan untuk pasangan calon yang berlaga di pilkada Jember 2020. "Sampai saat ini, secara tegas kami belum menentukan arah dukungan kepada pasangan bakal calon Bupati dan bakal calon wakil bupati siapapun," tuturnya. 

Oleh sebab itu, pihaknya membantah penyebutan pengalihan dukungan kepada pasangan calon sebagaimana tercantum dalam undangan itu. "(Undangan,red) sama sekali tidak benar dan tidak beretika," tegas mantan jurnalis di Jember ini. Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada relawan, simpatisan dan semua pihak yang selama ini mendukung Djos juga diminta tidak percaya. 

Bahkan, dalam kesempatan itu, Fatkhul juga menghardik terkait dengan penyebutan nama DJOS (H. Djoko Susanto, SH., MH.) tanpa ijin dalam undangan yang disebarkan melalui media sosial (Whatsapp). "Yanv jelas, itu merupakan tindakan tidak terpuji, politik kotor, perbuatan tidak menyenangkan, tidak beretika," tegasnya kemarin. 

Dirinya juga menyebutkan jika tindakan itu bisa dianggap melawan hukum, dan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Dan itu yang bisa dikenakan sanksi hukuman pidana penjara," tuturnya. Namun, sejauh ini pihaknua belum ada niat membawa hal ini ke ranah hukum. Hanya mengingatkan kepada pelaku dan masyarakat untuk tahu sebenarnya tentang pesan yang beredar itu. 

"Bagi kami, pilkada Jember adalah momentum untuk memilih pemimpin yang terbaik, penuh etika dengan cara-cara yang baik pula, bukan dengan menghalalkan segala cara," terangnya. Makanya pihaknya mengajak kepada semua pihak khususnya masyarakat Jember, bersama-sama menyikapi politik pilkada ini secara santun dengan semangat persaudaraan, bukan saling menjatuhkan satu dengan lainnya.


Reporter : Ardi Wardoyo

Editor : Sigit Edi

Apa Reaksi Anda?