Komitmen Berantas Narkoba, Ditresnarkoba Polda Jatim Berburu Hingga ke Serambi Mekah

SURABAYA - Pada hari Rabu (28/04/2021) lalu, Satgassus Polri Mabes Polri menggelar Press Release pengungkapan Narkoba Jenis Sabu jaringan Timur Tengah sebanyak 2,5 Ton.

Pengungkapan itu dilakukan tanggal 15 April 2021, sekitar pukul 22:30 WIB oleh Tim Satgassus Merah Putih Polri dan beberapa personel Timsus Direktorat Narkoba Polda Jawa Timur dan Polda Metro Jaya yang dipimpin Kombes Pol Herry Heryawan.

Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan 43 bungkus besar berlakban coklat yang diduga berisi Sabu dengan perhitungan kasar berat 1,2 ton lebih. Selain itu, ada 7 orang yang diduga kuat terlibat dalam kepemilikan Sabu tersebut, turut diamankan petugas. Lokasi pengungkapan ini di Desa Pulo Tengah, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

Penangkapan ini berawal dari informasi Ditnarkoba Polda Jatim dan Tim Satgassus, terkait peredaran Narkoba jaringan Internasional Sabu asal Pakistan yang akan dikirim melalui jalur laut ke wilayah Perairan Aceh, Sumatera.

Tim Gabungan Satgassus Merah Putih Polri dan beberapa personel timsus Direktorat Reserse Narkoba Jawa Timur yg dipimpin Direktur Narkoba Polda Jatim Kombes Pol Hanny Hidayat dan Wadir Narkoba AKBP Aris Supriyono, melakukan penyelidikan di wilayah Meulaboh, Aceh Barat dan sekitarnya.

"Sampai kemudian kita berhasil menangkap 7 orang tersangka dan mengamankan Sabu berat sekitar 1,2 ton yang disembunyikan di sebuah bak fiber di rumah yang berada di Lorong Kemakmuran Kecamatan Meureubo Aceh Barat, Nangroe Aceh Darussalam," jelas Hanny.

Menurut Hanny, Sabu itu sebelumnya diangkut dari sebuah kapal ikan tradisional yang disandarkan di Desa Pulo Tengah Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, NAD.

Mantan Kasubdit Jatanras Polda Jatim ini mengatakan, bahwa Polri terus berkomitmen memberantas Narkoba. "Tidak ada ampun dan tidak ada gigi mundur dalam pemberantasan Narkoba ini," tegas Hanny.

Menurutnya, masih banyak anggota kepolisian yang punya integritas dan komitmen dalam pemberantasan Narkoba. "Kita akan bersih-bersih baik di lingkungan kita sendiri. Kasus yang terjadi di Polresta hanya oknum, kita usulkan ke pimpinan untuk dipecat dan dipidana seberat-beratnya," pungkas Hanny.


Reporter     : Supra
Editor     : Sigit Edi Maryanto

Apa Reaksi Anda?