Gempa Sulbar, Puluhan Warga Meninggal, Ratusan Terluka

MAMUJU - Gempa sebesar 6,2 Skala Richter yang terjadi pada Jumat (15/01/2021), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat menjadi bencana nasional yang memilukan. Pasalnya, tercatat puluhan warga meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka berat dan ringan. Bahkan, sejumlah gedung-gedung penting disana mengalami rusak berat alias ambruk. 

Data Bandan Penanggulangan Bencana Nasional mencatat sebanyak 43 orang meninggal dunia akibat gempa di Sulbar. Korban paling banyak ada Kabupaten Mamuju. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan korban tewas di Mamuju ada 34 orang. "Sembilan korban tewas lainnya ada di Kabupaten Majene. Dua wilayah di Sulbar ini jadi wilayah terparah akibat gempa bumi," ujar Doni kepada media. 

BPBD setempat terus melakukan upaya penanganan darurat dan memutakhirkan data dampak pascagempa. Data Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 11.10 WIB, mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 15.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. 

BPBD setempat terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan. Sedangkan kerusakan bangunan di Kabupaten ini mencakup 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor Danramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene – Mamuju. 

Sedangkan pada Kabupaten Mamuju, BPBD setempat menginformasikan kerusakan berat (RB) antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market. "Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju. Kerusakan rumah warga serta korban jiwa masih dalam pendataan," Kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementrian Sosial M Safii Nasution. 


Reporter : Ardi Wardoyo
Editor : Sigit Edi

Apa Reaksi Anda?