Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jember Ricuh

JEMBER - Aksi demo yang dilakukan Aliansi Jember Menggugat untuk menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jember berakhir dengan ricuh. Bukan hanya aksi saling dorong namun juga diwarnai pelemparan lembar botol dan batu antara pendemo dan petugas yang berjaga di sekitaran DPRD Jember, pusat aksi demo itu. 

Aksi demo awalnya berlangsung Damai. Bahkan, perwakilan pendemo dari 25 Aliansi mahasiswa di Jember sempat menemui wakil rakyat di DPRD Jember. Namun, sepertinya hal ini tidak membuat mereka puas sehingga kemudian mereka melakukan aksi ricuh di luar gedung DPRD Jember. 

Hasilnya, sejumlah fasilitas umum rusak serta sebagian kaca di gedung DPRD Jember pun pecah terkena lemparan batu. Bukan hanya itu, ada juga sejumlah demonstran yang melakukan vandalisme dengan mencoret-coret gedung pagar DPRD Jember. 

Dari pantauan di lapangan, ada beberapa orang menjadi korban lemparan batu saat aksi. Bahkan, salah satunya lemparan mengenai Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono. Koordinator lapangan Andi Saputra mengatakan, aliansi tersebut tergabung dari bernagai elemen masyarakat yang menolak UU Cipta Kerja yang sudah di sahkan oleh DPR RI.

"Dalam butir-butir UU tersebut banyak sekali permasalahan yang berdampak langsung pada masyarakat," jelas Andi. Hal ini dikhawatirkan pihaknya akan membuka peluang bagi korporasi asing yang lebih luas dan menyengsarakan rakyat. Makanya, pihaknya dengan ribuan mahasiswa dan pelajar STM dengan tegas menolak UU Cipta Kerja. 

"Kami juga memberikan mosi tidak percaya pada pemerintah dan DPR RI. Sebab, pembahasan terkesan sepihak dan ditutup-tutupi," tegasnya. Satu jalan yang digunakan untuk memuluskan UU tersebut karena adanya panedmi covid-19. Ia menyampaikan, agar DPRD Jember segera berangkat langsung membawa aspirasi rakyat ke Jakarta.

Sementara itu, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi menyampaikan, akan memenuhi semua permintaan dari aksi dengan berangkat ke Jakarta langsung besok. Kemudian akan menolak adanya kepentingan oligarki di Indonesia.


Reporter : Juli Saputra
Editor : Ardi Wardoyo

Apa Reaksi Anda?