Aktivis 1998: UU Cipta Kerja Tentukan Nasib Buruh Hingga 15-20 Tahun Kedepan

JEMBER - Aksi demo Aliansi Jember menggugat yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja bukan hanya dilakukan oleh elemen mahasiswa. Namun, sejumlah aktivis 1998 pun turut hadir dan bersama turun jalan untuk memberikan semangat mahasiswa yang menolak undang-undang tersebut. 

Mereka mengatakan jika undang-undang ini bukan hanya berdampak terhadap ketenagakerjaan di Indonesia saat ini. Namun juga hingga 15-20 tahun kedepan. Oleh karena itu, rakyat harus berjuang bersama saat ini sebelum menyesal berkepanjangan hingga tahun-tahun mendatang. 

Hal ini disampaikan Muhammad Iqbal, Aktivis 1998 yang juga dosen Universitas Jember yang ikut dalam aksi Aliansi Jember Menggugat. "Saya hadir disini memberikan semangat dan ikut menolak adanya UU Cipta Kerja," ujarnya saat melakukan orasi di Bundaran DPRD Jember Kamis siang (08/10/2020).

Menurut Iqbal, jika melihat sekilas memang UU Cipta Kerja merupakan sebuah kebijakan yang di rekayasa dan hanya menguntungkan satu pihak saja. Dalam perjuangan yang digelar ribuan mahasiswa Jember dan elemen masyarakat ini ia menjelaskan, bahwa UU Cipta Kerja bukan hanya berimplikasi pada kaum buruh tetapi juga berimplikasi pada kaum muda mahasiswa.

"Nanti 5 sampai 10 tahun lagi UU ini menentukan nasib kalian, juga 20 tahun mendatang. Jadi bukan hanya pada kaum buruh saja," imbuhnya. Ia menilai, jika tidak ditolak maka UU Cipta Kerja ini hanya menentukan kekuatan modal investasi besar yang berkepentingan dalam UU ini.

"Ini ada kekuatan modal investasi dan ini dapat mempengaruhi seluruh masyarakat," tuturnya.Dosen Fisip Unej ini juga menambahkan, bahwa UU Cipta Kerja harus dicabut dan mosi tidak percaya harus dilayangkan kepada DPR RI dan pemerintah yang telah mengesahkannya. 


Reporter : Juli Saputra
Editor : Ardi Wardoyo

Apa Reaksi Anda?