Hujan 3 Jam, Air Meluap Putuskan Jalur Bondowoso-Jember

JEMBER - Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Jember menyebabkan aliran sungai Bedadung yang membelah kota Jember meluap. Bukan hanya itu, sejumlah jalan pun tergenang air. Termasuk jalan raya Jember-Bondowoso sempat ditutup total karena air meluap ke jalan raya hingga 50 cm di daerah Jelbuk, Jember. 

Bahkan, di sejumlah titik membuat rumah penduduk yang ada di sekitaran bantaran sungai terendam air. Warga berharap hujan bisa segera reda dan air genangan bisa surut. Hujan deras mulai mengguyur jumat sore (29/011/2021) sejak pukul 15.30 WIB. Hujan intensitas tinggi ini mengguyus hampir seluruh wilayah Jember, khususnya dari arah utara. 

Setelah hampir 3 jam hujan deras tanpa henti, mulai banyak laporan air meluap. "Tadi saya hendak pulang bekerja dari Jember jam 5. Ternyata sampai Jelbuk, air sudah naik ke jalan," ujar Haryo, warga Maesan, Bondowoso. Dirinya yang mengendarai sepeda motor pun tidak berani menerjang arus air yang mengalir deras dari atas. 

Selain dirinya, juga banyak pengendara yang memilih menepi dan menunggu air surut untuk melintas. "Tadi sekitar 1-2 jam menunggu," paparnya. Bahkan, ada sebuah jembatan yang terlihat arusnya besar dan hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda 4. Dirinya pun sempat lama menunggu hingga isya dengan pelan-pelan bisa melewati banjir itu.

 "Untung sekarang sudah bisa pulang. Kalau tadi sore banyak motor yang nekat menerobos, malah mati motornya karena kemasukan air," tuturnya menambahkan. Dirinya sendiri yang merupakan karyawan swasta di Jember berharap malam ini bisa surut sehingga besok bisa bekerja lagi seperti biasa. 

"Kalau sekarang masih banyak kendaraan yang terjebak macet," terangnya. Bukan hanya di Jelbuk, hingga pukul 19.30 WIB, warga masih siaga di sejumlah titik. Pasalnya, Sungai Bedadung dilaporkan meluap. Bahkan, di sejumlah jembatan air sudah hampir melewati jembatan, alias sudah peres dengan permukaan jalan. 

"Seperti di Antirogo, barat Ponpes Nuris, ini air tinggal 1 meter naik ke Jembatan," terang Muhid, warga setempat kemarin. Dirinya mengaku, selama menjadi warga disana baru kali ini air meluap cukup tinggi. Dirinya berharap air bisa segera surut dan tidak semakin parah. 


Reporter : Ardi Wardoyo

Editor : Sigit Edi

Apa Reaksi Anda?