Puncak Gunung Raung Munculkan Cahaya Api

BANYUWANGI - Cahaya api dilaporkan muncul dari puncak Gunung Raung. Fenomena tersebut terpantau melalui CCTV Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, sekira pukul 22.00 WIB minggu malam (24/01/2021). Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI meningkatkan status Gunung Raung dari level I (normal) menjadi level II (waspada). Hal ini menyusul adanya erupsi yang terjadi pada Kamis dini hari, 21 Januari 2021. 

Petugas PPGA Raung, Burhan Alethea mengatakan, dalam rekaman CCTV pengamatan aktivitas vulkanik Gunung setinggi 3.332 mdpl itu terlihat awan yang berhembus di atas puncak Gunung Raung dan memantulkan warna merah api. "Memang semalam terlihat di CCTV. Sekira pukul 22.00 Wib. Secara kasat mata tidak terlihat karena itu (sumber cahaya api) ada di dalam kaldera," ujarnya kepada wartawan, Senin (25/01/2021).

Menurut Burhan, cahaya berwarna api dari puncak Gunung Raung tersebut diduga adalah magma yang sudah keluar. "Itu lah yang dinamakan letusan strombolian. Ada lontaran batu pijar dan lava di dalam kaldera seperti pada umumnya letusan Raung. Terpantau sejak malam hingga pagi," tambahnya. 

Sehari sebelumnya, kata Burhan juga muncul awan putih diatas permukaan puncak. Ia memprediksi, awan putih itu muncul karena keluarnya magma dari dalam kaldera Gunung. Magma yang keluar melewati lokasi yang memiliki kandungan uap air sehingga muncul uap putih di puncak gunung. 

"Jadi magma sudah keluar. Ditandai pagi hari awan kelabu menjadi putih beberapa jam, kemudian malam hari terlihat cahaya api di asap yang muncul," tambahnya. 

Untuk kegempaan pun juga berbeda. Pengamatan PPGA Raung, gempa hembusan lebih besar dibandingkan dengan gempa tremor nya. Hal ini dikarenakan magma sudah keluar dan berada di kaldera. 

Sebelumnya, gempa tremor lebih dominan dibandingkan dengan gempa hembusan, karena magma mencari jalan keluar di permukaan kaldera. 

"Ada perbedaan sejak asap putih keluar. Kegempaan hembusan berbanding terbalik lebih besar hembusan dari tremor. Kalau asap kelabu kemarin mendobrak jalan keluar magma dari atas dan sekarang terbuka malah terbalik,"pungkasnya. 

Data 6 jam pengamatan PPGA Raung tertulis Gunung terpantau jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 300-500 m di atas puncak kawah. Asap mengarah ke timur dan teramati cahaya api dari cctv. Untuk kegempaan, gempa hembusan terjadi 56 kali dengan Amplitudo 1-17 mm serta Durasi : 30-95 Detik. 

Gempa Tremor Non-Harmonik terpantau 56 dengan Amplitudo 2-12 mm dan Durasi : 113-232 Detik. Tektonik Jauh terjadi 2 kali dengan Amplitudo 8-9 mm, S-P  13-28 Detik dan  Durasi : 41-78 Detik. 


Reporter : Ardi Wardoyo

Editor : Sigit Edi

Apa Reaksi Anda?