Mengejutkan, ASN Pemkab Jember Nyatakan Mosi Tidak Percaya Terhadap Bupati Faida

JEMBER - Penghujung akhir tahun 2020 diwarnai kejutan di Pemkab Jember. Pasalnya, ASN Pemkab Jember pada apel pagi 30 Desember 2020 menyatakan mosi tidak percaya terhadap bupati Faida. Bahkan, dalam tuntutannya meminta presiden mencabut kewenangan bupati sebagai pembina kepegawaian.

Kejadian ini terjadi pada apel rabu pagi (30/12/2020) yang dihadiri para kepala OPD, Camat serta pejabat eselon 3 dan 4. Dalam apel itu, mereka secara spontanitas melakukan aksi tidak terduga. Dalam apel itu dihadiri oleh Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arif dan Sekkab Jember Mirfano. 

Kegiatan diawali dengan membentangkan spanduk yang dipegang oleh anggota Satpol PP. Spanduk besar di depan forum itu bertuliskan "Pernyataan Sikap ASN dan Masyarakat Jember Mosi Tidak Percaya Kepada Bupati Jember". Selanjutnya dibacakan pernyataan sikap oleh Widi Prasetyo, Kepala Dinas Sosial Pemkab Jember. 

 Usai apel Sekkab Jember Mirfano kepada sejumlah media pun mengakui aksi itu. Dia mengatakan, gerakan inj spontanitas ASN pemkab Jember. "ini merupakan puncak dari kegelisahan para ASN," terang Mirfano. Mereka sebenarnya tahu dan sudah lelah dengan semua pelanggaran undang-undang yang dilakukan bupat Faida. 

Mirfano menyebutkan, ASN di lingkungan Pemkab Jember ingin birokrasi kembali berjalan normal. "Juga agar hubungan eksekutif dengan legislatif juga kembali harmonis," terangnya. Hingga puncaknya pagi ini, mereka menyatakan mosi tidak percaya dan minta Presiden mencabut kewenangan bupati. 

Apalagi, aksi ini dipicu dengan munculnya keputusan bupati terbaru tanggal 29 Desember 2020 malam. Disebutkan ada 13 orang kepala OPD dimutasi, 4 diantaranya dicopot dari jabatannya tanpa melalui prosedur yang benar. "Padahal sudah jelas dalam surat edaran mendagri tertanggal 23 Desember, dilarang melakukan mutasi hingga ada pergantian bupati baru," terang Mirfano. 

 Dalam pernyataan sikap yang ditandatangi para kepala OPD, camat serta pejabat eselon 3 dan 4 tersebut, para ASN menyatakan mosi tidak percaya, menolak semua kebijakam bupati yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, serta meminta presiden mencabut kewenangan bupati Jember sebagai pembina kepegawaian. Sementara bupati Faida hingga berita ini diturunkan belum berhasil di konfirmasi.


Reporter : Juliardi Saputra

Editor : Sigit Edi

Apa Reaksi Anda?