LPSK: Tidak Mungkinlah, Fariz Bekerja Sendirian

JEMBER - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI menyayangkan putusan majelis hakim yang memberatkan terdakwa Muhammad Fariz Nur Hidayat dan membebaskan Irawan Sugeng Widodo alias Dodik dari tuntutan jaksa penuntut umum Kejari Jember.

Menurut Wakil Ketua LPSK RI Susilaningtias, cukup memberatkan terlindung LSK yakni Fariz. Sebab, peran dari terdakwa sendiri adalah hanya pelaksana dan tidak bekerja sendiri.

"Tidak mungkinlah Fariz itu bekerja sendiri, apalagi berinisiatif sendiri dengan sikap tersebut. Sebab, pasti ada suruhan dari atasannya atau pimpinannya," ujarnya saat dikonfirmasi mellui telepon seluler, Rabu (16/9/2020).

Putusan itu dinilai memberatkan Fariz dan merasa kaget saat Dodik bisa dibebaskan. Padahal, sudah jelas pimpinannya menerima uang tersebut.

"Ya kami menyayangkan putusn dari majelis hakim, kenapa bisa dibebaskan Dodik alias pimpinannya itu," imbuhnya.

LPSK akan mendorong terdakwa Fariz untuk menempuh jalur banding dan LPSK nantinya akan mengeluarkan rekomendasi justice collaborator agar bisa menguruangi masa tahanan.

"Kami memberikan support dan pandangan kepada Fariz untuk mengajukan banding, kita siapkan rekomendasi untuk jadi justice collaborator," tuturnya.

LPSK juga akan melakukan koordinasi dan berkirim surat kepada Komisi Yudisial agar proses putusannya bisa berjalan dengan adil jika dilakukan banding.

"Nantinya akan berkirim surat dan meminta pengawasan dari KY agar bisa bersikap adil dan on the trek," ungkapnya.

Kedepan LPSK akan mendorong terdakwa Fariz jika mengambil langkah banding untuk bisa menjadi saksi pelaku yang bekerjasama.


Reporter : Juli Saputra
Editor : Muzakki

Apa Reaksi Anda?