Rajin Bertani Bantu Orang Tua, Eli Akhirnya Bergelar Sarjana Kedokteran

JEMBER - Universitas Jember (UNEJ) kembali menggelar wisuda secara daring periode II tahun akademik 2020/2021 di gedung Auditorium kampus setempat, Sabtu (20/2/2021)

Rasa syukur, haru, bangga dan bahagia diakui oleh satu wisudawan bernama Febri Fatma Lailatul Laeli, S.Ked karena berkat kerja keras disertai doa dan beasiswa bidikmisi, akhirnya meraih gelar Sarjana Kedokteran dan selangkah lagi akan berhasil meraih impiannya menjadi seorang dokter.

Eli panggilan akrab Febri Fatma Lailatul Laeli adalah putri kedua dari pasangan Suyono yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan ibunya Surip yang menjadi ibu rumah tangga di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember.

Untuk kehidupan sehari-hari, bapaknya harus menyewa lahan seluas kurang lebih 180 meter persegi untuk ditanami padi di musim hujan dan jagung di musin kemarau, terkadang juga mengadu keberuntungan dengan menanam tembakau.

Namun, jika sedang tak mampu menyewa lahan, Suyono terpaksa menjadi buruh tani untuk menghidupi kebutuhan keluarganya yang tinggal di desa tersebut.

"Sejak kecil saya bercita-cita bekerja di bidang kesehatan, khususnya dokter karena menurut saya profesi di bidang kesehatan itu mulia karena tugasnya menolong orang," tuturnya.

Awalnya ia sempat ragu juga dengan masalah biaya ketika memilih Fakultas Kedokteran di Unej, namun saat mengutarakan niatnya masuk ke Fakultas Kedokteran justru orang tuanya sangat mendukung.

Bapaknya yang aktif mencari informasi biaya kuliah kepada para petugas kesehatan, kenalan, bahkan kepada kakak kelas Eli yang sudah kuliah karena maklum kemampuan keluarganya terbatas, sehingga harus benar-benar berhitung.

Namun, dengan dukungan orang tua dan beasiswa Bidikmisi membuatnya yakin bisa mengenyam pendidikan di bangku kuliah, sehingga amanah tersebut dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Rajin membaca catatan kuliah dan buku yang direkomendasikan oleh dosen menjadi kewajibannya sehari-hari, selain berdiskusi dengan sesama kawan di kampus.

Anak petani itu terbiasa belajar saat dini hari menjelang shalat shubuh agar lebih konsentrasi, berusaha belajar sungguh-sungguh supaya harapan orang tuanya untuk menjadi dokter terwujud, apalagi belum ada warga di desanya yang menjadi seorang dokter.

Kesibukan menjalani kuliah, tidak lantas menjadikan ia absen membantu orang tua setiap kali ada kesempatan pulang kampung ke Desa Kesilir, bahkan ia turun langsung membantu orang tuanya di lahan sawah yang disewa bapaknya.

Saat panen tiba, ia juga tak malu ikut memanen padi atau jagung. Bahkan ketika sedang menanam tembakau, ia pun ikut memetik daun tembakau di pagi hari kemudian diteruskan pada sorenya dengan mempersiapkan tembakau untuk proses dikeringkan, atau disujen.

Apabila belum panen, ia juga membantu bapaknya ikut membersihkan rumput dan gulma di sawah agar tanamannya tidak mudah terserang hama atau penyakit.

Prestasinya selama kuliah ternyata tidak mengecewakan karena ada beberapa prestasi diraihnya yakni menjadi juara pertama literatur review bidang kedokteran yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang dan juara ketiga karya ilmiah poster bidang kedokteran yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro pada tahun 2018.


Reporter : Ardi Wardoyo

Editor : Muzakki

Apa Reaksi Anda?