Lagi, UNEJ Gelar Wisuda LDR 2021

JEMBER - Universitas Jember (UNEJ) untuk yang pertama kalinya di awal tahun 2021 menggelar wisuda periode II tahun akademik 2020/2021 secara daring atau online. Wisuda menggunakan protokol kesehatan karena COVID-19 sudah pernah digelar sebelumnya selama tahun 2020, yang dikenal dengan tanda pagar (tagar) #wisudaLDR2020. Disebut LDR (Long Distance Relationship) karena dilakukan secara daring jarak jauh tidak bertemu sesama wisudawan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Jember Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM mengungkapkan wisuda kali ini berbeda dari wisuda-wisuda sebelumnya, dengan jumlah wisudawan 1.046 lulusan dari semua jenjang pendidikan, mulai dari sarjana, magister dan doktor semua disiplin keilmuan. "InsyaAllah semua lulusan UNEJ bisa mengabdikan diri kepada bangsa negara tercinta ini," ujarnya.

Mengingat suasana pandemi COVID-19 belum juga normal sesuai perkiraan sebelumnya, UNEJ melangsungkan wisuda tetap menggunakan protokol kesehatan. "Sebagai institusi perguruan tinggi, UNEJ wajib melindungi seluruh civitas akademika, termasuk pelaksanaan wisuda dengan penerapan protokol kesehatan," kata Iwan Taruna.

Iwan juga mengajak semua pihak tetap bersabar melewati masa-masa pandemi ini, menjadi bagian solusi untuk menghentikan penyebaran virus COVID-19 dengan menerapakan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi) plus 2B (Berdo'a dan Berbahagia).

Menurut Iwan, jika tahun lalu ada tagar (tanda pagar) #wisudaLDR2020, maka tahun ini juga ada gelar baru #wisudaLDR2021. "Bolehlah tahun ini ada gelar wisudawan LDR2021, karena dilaksanakan dengan Long Distance Relationship melalui daring," katanya, disambut ketawa peserta wisuda.

Namun demikian jelasnya, ia yakin wisudawan hari ini adalah generasi yang spesial dan hebat karena menghadapi tantangan yang tidak biasa, generasi yang mengalami sesuatu sama sekali baru, sehingga tidak bisa mengikuti wisuda secara langsung. "Generasi ini harus menemukan cara bagaimana menjadi pintar dan inivatif menghadapi tangangan pandemi ini," jelasnya.

Salah seorang wisudawan Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Jember, Ahmad Fatkhul Hadi Muzakki, SH., M.Kn. mengaku bersyukur dan berbahagia meski wisuda diikutinya secara daring dan protokol kesehatan COVID-19. Menurutnya, wisuda hanyalah formalitas rutinitas atau kebiasaan yang tidak harus dilakukan secara langsung, melainkan bisa juga dengan cara lainnya dengan tidak mengurangi maknanya.

"Terpenting adalah bagaimana kita sebagai lulusan perguruan tinggi ini, mampu menerapkan keilmuannya untuk kepentingan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara," katanya.

Meski demikian, karena wisuda secara daring ini belum menjadi kebiasaan wisudawan, tidak jarang diantara peserta yang merasa kurang sakral dan menarik karena tidak ada prosesi, mengajak keluarga dan berkumpul dengan sesama wisudawan lainnya. "Ya, mau gimana lagi memang masih pandemi. Yang penting sudah sah kalau kita lulus dan segera mengabdikan diri untuk masyarakat," pungkas Wiwik, wisudawan lainnya.


Reporter : Ardi Wardoyo

Editor : Muzakki

Apa Reaksi Anda?