Meskipun Pandemi Covid19, Peserta Diklatsar Banser XXXI Membludak

JEMBER - Pendidikan dan latihan dasar Barisan Ansor Serbaguna yang dilaksanakan PC GP Ansor Jember tetap menarik hati para pemuda NU di Jember dan sekitarnya. Pasalnya, Diklatsar XXXI Banser Jember yang digelar di Taman Glugo, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari Jember mulai18-20 September 2020 ini jumlah pesertanya membludak. Total kegiatan diikuti oleh sekitar 620an peserta. 


Jumlah ini jauh lebih besar dari target peserta yang hanya sekitar 400an peserta. "Kita menyadari saat pandemi covid19 seperti ini, sehingga target kami yang penting dilaksanakan dengan sederhana. Asalkan proses kaderisasi bisa dilaksanakan," terang Ayub Junaidi, Ketua PC GP Ansor Jember kepada sejumlah media. 


Karena kaderisasi ini penting untuk kelanjutan organisasi pemuda terbesar di Jember ini. Oleh karena itu, pelaksanaan Tahun ini memang jauh melebihi ekspektasi panitia. Bahkan, panitia sempat kaget karena jumlah peserta terus bertambah hingga menjelang pelaksanaan. 


Yang menarik, ternyata peserta yang hadir bukan hanya dari Jember. "Data dari panitia tadi ada yang dari Lampung 3 peserta dan Bali 17 peserta," terangnya. Bahkan, 3 peserta dari Lampung hadir 3 hari sebelum pelaksanaan. Dijelaskan, ketertarikan daerah lain ini untuk ikut diklatsar di Jember ini memang menarik. 


Bahkan, keikutsertaan kontingen Bali ini sudah yang kelima kali berturut-turut. "Diklatsar Banser Jember memang dikenal paling baik. Dari segi kurikulum hingga pembentukan mental kader untuk menjadi pejuang agama dan pelindung ulama," terang Ayub. 


Meskipun membludak, kegiatan yang dilksanakan selama masa pandemi covid19 ini wajib mematuhi protokol kesehatan. Bahkan protokol kesehatan dilaksanakan dengan ketat. "Peserta yang ikut harus menyertakan surat tes kesehatan, sehingga saat di lokasi sudah steril," tegas Ayub. 


Selain itu, kegiatan dilaksanakan dengan selalu pengecekan suhu, memakai masker, dengan tetap selalu mencuci tangan. Kegiatan juga dilakukan di lapangan terbuka sehingga jaga jarak bisa diterapkan. 


Reporter : Ardi Wardoyo

Editor : Sigit Edi

Apa Reaksi Anda?