Agar Punya NIK dan Ikut Vaksin, Dispendukcapil Jember Lakukan Perekaman ODGJ

JEMBER - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember, melakukan perekaman terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Jember, Jumat (13/08/2021) sore. Perekaman itu dilakukan agar ODGJ mendapat Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan bisa ikut vaksin serta tes swab antigen rutin.

Menurut Kepala Dispendukcapil Jember Isnaini Dwi Sushanti, kegiatan perekaman itu pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Jember. "Salah satu tujuan perekaman ini supaya ODGJ juga terdata dan ikut vaksin Covid-19. Ini sebagai salah satu langkah agar target percepatan vaksin bisa tercapai," ungkap Shanti, yang memantau langsung perekaman tersebut.

Selain untuk kebutuhan vaksinasi, lanjut Shanti, perekaman itu dilakukan untuk mengetahui apakah ODGJ itu sebelumnya memiliki NIK atau belum. "Data perekaman ini kan kita kirim ke pusat. Jika ada ODGJ yang sebelumnya sudah punya NIK, data yang perekaman sekarang kita hapus, kita pakai NIK yang lama," katanya.

Selanjutnya, bagi ODGJ yang punya NIK, Shanti akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Jember. "Kalau ODGJ ketahuan sebelumnya ada NIK, kita gampang mencari alamat keluarganya. Ya kita koordinasikan dengan Dinsos Jember supaya keluarganya dihubungi," jelasnya.

Selain di Liposos, perekaman itu nantinya akan dilakukan di tiap kecamatan. Bahkan, kata Shanti, sudah ada beberapa kecamatan yang menghubungi Dinas Kesehatan Jember agar dilakukan vaksinasi terhadap ODGJ. "Tapi kendalanya ODGJ yang di kecamatan itu NIKnya belum ada. Karena untuk vaksinasi semua harus terdata. Makanya nanti kita akan perekaman juga di tiap kecamatan untuk ODGJ," ungkap Shanti.

Sementara Kasi Pelayanan Rehabilitasi Sosial dan Disabilitas Dinsos Jember, Muhammad Farid menjelaskan bahwa dari 24 ODGJ yang menghuni Liposos ada 13 orang yang diketahui belum memiliki NIK atau tidak ditemukan identitas aslinya. "Makanya, dari 13 orang itu kita minta perekaman supaya mereka punya NIK," kata Farid.

Dia menambahkan, bahwa ODGJ yang sudah melakukan perekaman dan punya NIK, langsung melakukan vaksinasi di Liposos. "Untuk vaksinasinya ini difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Jember," katanya.

Menurut Farid, ada 3 ODGJ yang tidak memungkinkan untuk ikut mandiri melakukan perekaman. Dua orang tak bisa bergerak karena sakit, sementara satu orang gaduh gelisah dan berontak ketika didatangi petugas. "Untuk yang 3 orang ini ya terpaksa alat perekamannya kita bawa ke ruangan mereka. Kalau memungkinkan ya kita gendong atau pakai alat bantu kursi roda," pungkasnya.


Reporter     : Supra
Editor          : Sigit Edi Maryanto

Apa Reaksi Anda?