Birokrasi Jember Ruwet, Proses Usulan LPG Bersubsidi Terhambat

JEMBER - Carut marut birokrasi di Jember ternyata banyak berdampak untuk program masyarakat Jember. Termasuk salah satunya yang terbaru yakni proses usulan fakultatif untuk LPG Bersubsidi di Jember. Hal ini membuat DPRD Jember pun ikut prihatin. 

Hal ini bermula dari beredarnya informasi tambahan pasokan Gas LPG khususnya LPG bersubsidi. Ini membuat Ikbal Wildan Fardana Wakil Ketua Komisi B DPRD Jember angkat bicara. Pria yang juga Wakil Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Besuki mengatakan, dualisme kepemimpinan yang terjadi di Kabupaten Jember akan mengalami hambatan usulan itu. 

"Dinamika politik Jember memang berbeda dengan kabupaten lainnya, hanya saja, kami telah komunikasi dengan sekretaris daerah untuk memberikan permohonan dukungan fakultatif pada Pertamina," katanya.

Dirinya mengatakan komunikasi dengan sekretaris daerah telah berjalan dengan baik dan kemudian akan menindaklanjuti perihal permohonan fakultatif tersebut. "Kami yakin Mirfano sebagai sekda akan menanggapi hal tersebut, sebab untuk kepentingan masyarakat," jelasnya. Ikbal mengatakan permohonan Fakultatif sangat diperlukan, sebab memang ada kuota fakultaf dari pertamina yaitu penambahan kuota seratus persen dari kuota harian.

"Kami berharap pemerintah daerah tidak mempersulit permohonan fakultatif agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya. kemudian Ikbal menambahkan, di Kabupaten Jember sejatinya kuota LPG aman namun atas informasi masyarakat bahwa ada lonjakan permitaan utamanya Gas bersubsidi.

"Nanti, kami akan survey kelapangan apa benar terjadi lonjakan permintaan yang mengakibatkan kelangkaan," lugasnya. Dirinya menduga banyak penyimpangan atas LPG bersubsidi tersebut, padahal menurutnya Dirjen Migas menghimbau melalui Surat Edaran terkait pengendalian pengguna LPG 3kg nomor 3212/12/DJM.O/2018 tanggal 23 Maret 2018 agar sektor usaha Perhotelan, Restoran dan Peternakan tidak menggunakan Gas bersubsidi.


Reporter : Ardi Wardoyo

Editor : Supra

Apa Reaksi Anda?