Ahmad Imam Fauzi Dinilai Belum Bisa Menduduki Jabatan Plh Sekda

JEMBER - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember kini dipimpin oleh 3 Sekretaris Daerah. Yakni Mirfano, Plt Sekda Edi Budi Santoso dan Plh Sekda Ahmad Imam Fauzi. Munculnya nama yang terakhir menimbulkan polemik karena diputuskan tak beberapa lama munculnya Plt Sekda. 

Apalagi, Fauzi ternyata berani menandatangani dan mengundangkan Peraturan Bupati (Perbup) APBD 2021 yang ditanda tangani. Hal ini pun mendapatkan respon dari DPRD Jember. Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi mengatakan, dari Perbup APBD 2021 yang diundangkan didapati tanda tangan dari Plh Sekda Ahmad Imam Fauzi. 

Padahal, masih ada Sekda definitifnya. "Ya kan sudah jelas kalau sekarang ini masih ada Sekda definitifnya yang menjabat, malah ada pengangkatan Plh Sekda," ujarnya saat dikonfirmasi di DPRD Jember Jumat pagi (15/01/2021). Apalagi ditambah Plh Sekda Jember saat ini sudah dijatuhi sanksi dari Inspektorat Jatim yakni penurunan pangkat. 

Maka dengan itu, dirinya menganggap bahwa Plh Sekda sudah tidak bisa menduduki jabatan tersebut karena secara kepangkatan sudah tidak sesuai. "Kami dengar memang dapat sanksi penurunan pangkat dan pak Wabup juga sempat membantu mencari solusi untuk diringankan, tapi tidak bisa. Jadi tidak boleh menduduki jabatan Plh Sekda ditambh masih ada Sekda definitif," imbuhnya.

Politisi PKB ini mengaku, tidak tahu bagaimana prosesnya sampai bisa menjadi Plh Sekda. Sebab dalam proses pengangkatan tersebut harus ada izin dari Kemendagri. "Semua ini harus ada izin dari Kemendagri dalam pengangkatan Sekda, dan kita masih belum ada informasi tentang bagaimana kelanjutan sanksinya," tuturnya.

Sampai berita ini diturunkan, sudah melakukan upaya konfirmasi kepada Plt Inspektorat Jember Yessiana Ariffah sesuai SOTK 2021 namun tidak mendapatkan balasan. Sebagai informasi, Plh Sekda Jember Ahmad Imam Fauzi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappeda Jember dan mendapatkan sanksi penurunan pangkat oleh Inspektorat Jatim, karena memberikan statemen yang tidak pantas kepada Gubernur Jatim.


Reporter : Juli Setiawan

Editor : Sigit Edi

Apa Reaksi Anda?