Pedagang Cilik Semakin Terjepit

JEMBER - Nasib pedagang cilik semakin terjepit di tengah pandemi, omzet toko kelontong anjlok. Usaha toko kelontong (warung sembako) yang memenuhi kebutuhan sehari-hari merupakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) sangat terimbas pandemi Covid 19.

Nasib itu dialami Zulfa Azizah, pemilik toko kelontong di Jember diantara jutaan pedagang kecil akibat mewabahnya Covid 19 yang masih melanda. 

"Kalau sebelum pandemi sehari omzet bisa tiga ratus sampek empat ratus mas,” tutur perempuan yang akrab dipanggil Ulfa warga Lingkungan Sawahan Cantikan Kelurahan Kepatihan Kecamatan Kaliwates ini, Selasa (25/8/2020).

Ulfa mendirikan toko kelontong sejak awal 2016 tersebut menyediakan beragam kebutuhan sehari-hari dengan modal awal Rp. 15.000.000 sebenarnya mampu menjadi penopang dapurnya setiap hari bagi keluarganya. 

Dalam kondisi normal, toko kelontong yang menyediakan aneka barang kebutuhan pokok untuk warga sekitar lingkungannya milik Ulfa ini bisa menghasilkan keuntungan Rp 30.000 hingga Rp 50.000. “Dulu untuk makan saja masih bisa, kalau sekarang gak cukup mas,” ungkapnya.

Barang dagangan Ulfa yang tidak tersedia karena tidak mampu lagi untuk melakukan persediaan. Lantaran laba yang didapatkan jauh dari pengeluaran harian yang dia keluarkan untuk menghidupi keluarganya. 

"Biasanya saya masih bisa kulakan(pembelian persediaan barang) beras sebanyak 50 kg dalam seminggu habis,” kenangnya.

Lamanya wabah melanda juga tterasa sangat  menguras kebutuhan hidup sehari-hari bagi Ulfa yang juga disabilitas daksa (kaki kiri amputasi). 

"Jangankan laba, cari omzet seratus aja susah banget mas, apalagi keadaan kayak gini suami juga tidak kerja hampir tujuh bulan,” paparnya.

Ulfa selama pandemi melanda praktis hanya mengandalkan uang arisan untuk memenuhi persediaan barang dagangan, sedang arisan yang diikuti sudah dia dapatkan. 

"Alhamdulillah, kemarin dapat arisan tiga juta setengah langsung saya pakai kulakan walau masih banyak yang belum terisi,” katanya.

Ia berharap pandemi Corona ini cepat berlalu, agar lebaran tahun ini bersama keluarganga bisa mudik mas ke kampung halamannya.


Reporter : Kusban
Editor : Muzakki

Apa Reaksi Anda?